Pages

December 04, 2015

Hukum Kasih, hukum yang luar biasa!

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia  seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." - Matius 22:37-40

Sudah berpuluh tahun saya menjadi pengikut Kristus, sudah berpuluh-pulah kali membaca ayat di atas, namun perjalanan hidup lah yang membukakan mata saya tentang Hukum Kasih.

Sekarang terlalu banyak orang, terutama orang yang percaya kepada Yesus, yang merasa sudah hidup dalam kebenaran alkitabiah, menjadi orang yang merasa dia lebih benar dari orang lain.

Bahkan dulu saya pun sering mengalami hal demikian. Merasa benar dan pintar sehingga tanpa disadari berani menjudge orang lain menurut pemikiran kita sendiri.

Bahkan kita seringkali kebingungan menentukan mana yang benar dan mana yang salah, seperti pertanyaan apakah marah itu dibenarkan atau berdosa? Apakah tidak sepenuhnya jujur (bukan berbohong loh ya) itu dibenarkan atau itu salah?

Ternyata di Kristen ada satu parameter hukim dasar untuk mengukur itu semua yaitu Hukum Kasih.

Contoh yang paling mudah adalah soal marah. Semua tahu marah itu tidak baik, tetapi mengapa Yesus bisa marah saat praktek perdagangan dilakukan dinserambi bait suci? Harus ada dasar dong.

Hukim Kasih itu dasarnya. Yesus marah karena Dia mengasihi Tuhan dan manusia. Fia tudak mau Tuhan marah dengan berdagamg di kompleks bait suci, di sisi lain, Yesus marah untuk kebaikan manusia yang menjadi penjual atau pembeli, Dia tidak ingin mereka masuk neraka karena menghina Tuhan. Kasih adalah landasannya.

Memarahi anak boleh? Bolah, bila dasarnya adalah karena kasih, bukan karena kebencian atau kekecewaan.






No comments: